Hewan Mamalia Unik yang Belum Kamu Ketahui
sumber : http://www.ceritadisini.com/2011/11/hewan-mamalia-unik-yang-belum-kamu.html
Menurut hasil studi, gagak memiliki kemampuan serupa manusia dalam membedakan antara simbol-simbol yang mewakili jumlah yang berbeda. Dalam serangkaian percobaan di Utsunomiya University, burung berhasil memilih kontainer dengan jumlah makanan terbanyak.
Hal itu bisa terjadi melalui identifikasi nomor yang ditandai pada tutupnya. Profesor morfologi hewan Shoei Sugita mengatakan, temuan ini menunjukkan gagak memiliki kemampuan kognisi numerik yang sama dengan manusia.
Dalam percobaan dengan delapan gagak hutan, dua kontainer ditandai dengan simbol numerik ‘dua’ dan ‘lima’ pada tutupnya, kemudian ditempatkan dalam kandangnya dengan hanya wadah ‘lima’ yang berisi makanan.
Peneliti mengatakan, sebanyak 70% upayanya, gagak ini mampu mengambil kotak yang benar. Temuan ini diterbitkan di jurnal Animal Behaviour internasional.
Tahun lalu, ilmuwan Utsunomiya University melaporkan, gagak mampu membedakan wajah pria dan wanita seperti ditulis UPI.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1783093/rahasia-di-balik-kecerdasan-burung-gagak
"Tegon bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet jika diberi antibiotik doxycycline," ungkap Lee Byeong-chun, ketua tim peneliti dari Seoul National University (SNU).
Tegon yang lahir pada 2009 memang bukan anjing hasil kloning pertama yang dihasilkan SNU. Pada 2005 ada Snuppy, yang lahir dari uji coba 2.000 sel telur yang kemudian tumbuh menjadi 1.000 embrio. Dari jumlah itu, hanya satu ekor Snuppy yang dihasilkan.
Proses yang sama kemudian diimplementasikan untuk membuat Tegon, seekor anjing betina jenis beagle (anjing pemburu kecil). Bedanya, Tegon adalah anjing hasil kloning pertama yang bisa bersinar dalam gelap dengan sinar berwarna hijau. Uniknya lagi, sinarnya bisa dihidupmatikan jika Tegon diberi antibiotik tertentu melalui makanannya.
Kemampuan menghidupkan dan mematikan gen warna ini penting artinya dalam penelitian. Ilmuwan bisa memonitor efek suatu zat yang ditambahkan pada gen tersebut. Sebagai contoh, gen beta-amyloid diketahui sebagai penyebab kerusakan fungsi saraf dalam penyakit alzheimer. Dengan menghidupkan gen tersebut lalu memonitor fungsi saraf setelahnya, dapat menghasilkan petunjuk tentang perkembangan alzheimer.
"Pembuatan Tegon membuka wawasan baru mengingat injeksi gen yang dapat membuat anjing ini bersinar bisa digantikan dengan gen-gen penyebab penyakit-penyakit fatal pada manusia," kata Byeong-chun. Penelitian ini sengaja menggunakan anjing sebagai hewan percobaan karena terdapat sekitar 268 penyakit yang sama-sama bisa diidap oleh manusia dan anjing.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal internasional Genesis. Ilmuwan menghabiskan waktu selama lima tahun dan biaya penelitian sebesar 3,2 miliar won untuk membuat anjing dan melakukan berbagai uji coba yang diperlukan untuk keperluan verifikasi.Saat berada di kebun binatang di Tokyo seperti ditulis Dailymail, orangutan ini terekam sedang mencelupkan handuk ke kolam air dan mengelapkannya ke wajahnya. Hal ini membuktikan betapa cerdik primata ini mengalahkan hawa panas.
Menariknya, sebelum mengelap muka dengan handuk, setelah primata ini mencelupkan handuknya ke kolam, ia memerasnya terlebih dahulu serupa cara manusia. Memanjakan diri, orangutan ini tampak sangat menikmati kegiatannya tersebut.
Saat itu, perilaku unik primata ini berhasil menarik perhatian para pengunjung kebun binatang. Kini video itu berhasil menghibur semua orang di dunia maya.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1767450/terekam-kamera-cerdasnya-orangutan-hadapi-panas
Noah Batteley dan Meg Willis menemukan belalang satu inci berwarna pink ini di Dersingham Fen, dekat rumah anak-anak ini di barat Norfolk. Saat itu, baru tiga bulan setelah kebakaran merusak daerah reservasi di sana.
"Saat itu kami sedang mencari belalang di hutan dekat tempat kebakaran. Disana kami menemukan sepasang hewan ini,” ujar Noah.
"Kami mengambil belalang ini karena Noah akan menginap di rumah saya," lanjut Meg.
“Saya punya perlengkapan berburu serangga dan topless. Kemudian saat ibu Noah menjemput, mereka mengambil satu belalang,” lanjut Meg.
Ibu Noah, Helen Batteley, mengaku anak-anak ini merupakan pemburu serangga handal.
Ahli dari kelompok konservasi Buglife Matt Shardlow mengatakan, belalang pink merupakan ‘abnormalitas genetik’. “Terkadang belalang bisa berwarna pink. Warna normal belalang sendiri seharusnya hijau atau coklat,” ujarnya.
Shardlow mengakui, proporsi jumlah belalang berwarna pink kurang dari 1%. “Warna pink ini merupakan bagian genetik alami dari populasi ini yang tak diketahui penyebabnya. Kami tak mengetahui apa keuntungan menjadi pink pada belalang ini,” tutupnya seperti ditulis dailymail.
sumber :http://teknologi.inilah.com/read/detail/1701922/bocah-temukan-belalang-berwarna-langka
Peneliti menemukan tujuh spesies tikus hutan baru di Luzon, pulau terbesar di Filipina. Menurut hasil penelitian yang diumumkan, Selasa (21/6), kemungkinan ketujuh spesies tikus ini hanya ada sedikit di pulau itu.
Berdasarkan bentuk fisiknya, ketujuh spesies itu merupakan bagian dari subgenus Megapomys. Ukuran mereka besar-besar, dan beratnya berkisar 65-110 gram. Buntutnya lebih pendek atau sama panjangnya dengan panjang badannya.
Dua spesies terdapat di Gunung Tapulao, dua lagi terdapat di Gunung Banahaw, gunung berapi aktif di Filipina, dua spesies lainnya ditemukan di Pegunungan Mingan Provinsi Aurora, sedangkan satu spesies lagi ditemukan di jajaran Pegunungan Sierra Madre, timur laut Luzon.
"Menakjubkan, tikus-tikus ini dapat tinggal di pegunungan yang tinggi. Mereka menghindari manusia dan tidak buas,” ujar Lawrence Heaney, pemimpin penelitian dari The Field Museum, Chicago.
Heaney juga mengatakan tikus-tikus ini memakan cacing dan biji-bijian yang terdapat di hutan.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1625252/ditemukan-7-spesies-tikus-baru
Ahli mengatakan, kecepatan degenerasi yang terjadi saat ini lebih cepat dari perkiraan. Alhasil ‘pemusnahan massal’ tak lagi terelakkan, kecuali tindakan drastis diambil.
International Programme on the State of the Ocean menyalahkan polusi dari petani dan zat kimia, perubahan iklim dan terlalu banyak memancing sebagai penyebabnya. Akibatnya, lautan menjadi kian hangat karena menyerap banyak karbon dan kehilangan lebih banyak oksigen.
Direktur sains IPSO Dr Alex Rogers mengatakan, “Temuan ini sangat mengejutkan. Kondisi ini sangat membutuhkan penindakan. Konsekuensinya bisa berdampak sangat buruk pada kehidupan manusia dan generasi selanjutnya."
Pemasan global juga menyebabkan ketinggian laut di pesisir Atlantik Amerika meningkat lebih cepat.
sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1626512/ratusan-spesies-ikan-jadi-murung-akibat-polusi
Copyright © On The Spot. All rights reserved.
Tricks-Collections Themes created by Tricks-Collections.Com