On The Spot

Tampilkan postingan dengan label ANTARIKSA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ANTARIKSA. Tampilkan semua postingan

Asteroid Hantam Bumi Seperti Shotgun

http://static.inilah.com/data/berita/foto/818221.jpg
Asteroid berukuran kerikil yang ditarik bersamaan oleh gravitasi dapat menghantam bumi seperti tembakan shotgun.

Teori ini telah lama dikeluarkan yang menyatakan bahwa 'tumpukan puing' asteroid ini apabila memiliki kecepatan yang cukup dapat menembakkan material melalui gaya sentrifugal sehingga terciptalah kumpulan batu pada orbit yang sama dengan Bumi.

Saat ini, ilmuwan di Tel Aviv University menggunakan Observatorium sekolah di kedalaman Gurun Negev, berhasil membuktikan keberadaan teori-teori pasangan ‘asteroid terpisah’ ini, seperti dikutip INILAH.COM dari rilis universitas pada Senin (13/9).

David Polishook dan Noah Brosh dari Department of Geophysics and Planetary Sciences sekolah mengatakan bahwa riset ini belum memverifikasi teori itu. Namun asteroid semacam itu dapat memiliki implikasi jika benar melewati Bumi.

Alih-alih permukaan bumi ditabrak batu raksasa, Bumi akan dilempari oleh batu kerikil yang tak terhitung banyaknya yang terbuat dari asteroid itu, kata Brosch.

Pengetahuan ini perlu dipertimbangkan untuk membuat taktik defensif yang berbeda jika sebuah asteroid berada pada jalur yang melewati Bumi, kata para peneliti.(inilah.com)

Momen Saat Komet "Termakan Matahari"

Sobat tau komet itu apa??
komet itu benda langit yang mengelilingi matahari namun orbitnya lonjong, dimana terdapat sisi yang dekat dekat matahari dan sisi yang jauh dari matahari.

Belum lama ini NASA tidak sengaja merekam momen saat komet terbakar di matahari, ini diisebabkan orbitnya terlalu dekat dengan matahari.

Agency Luar angkasa yang fokus terhadap matahari, SOHO Solar and Helioscopic Observatory menangkap jejak komet Kreutz Sungrazer.

Rekaman tersebut tersebar di youtube dan situs atau blog astronomi.

SOHO mengatakan rekaman ini menggunakan coronagraph, dimana bisa memblok objek yang bersinar...

Karena orbit komet Kreutz Sungrazer terlalu dekat dengan matahari maka terlihat dalam rekaman ia tidak kembali dari sisi sebaliknya matahari, diduga komet tersebut hancur....

Foto Spektakuler Pohon Kuno Juara Kompetisi Astronomi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/814351.jpg
Foto spektakuler salah satu pohon tertua di dunia dengan latar belakang bintang di galaksi Bima Sakti terpilih sebagai foto astronomi terbaik tahun ini.

Foto yang diambil oleh fotografer Amerika Tom Lowe baru saja mendapat hadiah pertama kompetisi Fotografi Astronomi Tahun ini oleh Observatorium Kerajaan, di Greenwich (ROG) Inggris.

Lowe mengalahkan ratusan fotografer amatir dan profesional dari seluruh dunia untuk memenangkan gelar itu.

Blazing Bristlecone menggambarkan Bima Sakti melingkungi pohon pinus bristlecone kuno.

Pohon itu dianggap salah satu pohon hidup tertua di dunia yang telah ada lebih dari 4.000 tahun di Sierra Nevada.

Juri dan astronom ROG, Dr Marek Kukula mengatakan "Foto ini sempurna menggabungkan tampilan dari langit malam dengan kehidupan di bumi.

Pinus bristlecone berusia tua, tetapi pohon itu bayi dibandingkan dengan cahaya bintang bersinar di belakang mereka, beberapa di antaranya memulai perjalanan hampir 30.000 tahun yang lalu.

Binatang Raksasa Punah Bukan karena Komet

Bencana besar yang menyebabkan kematian spesies mamalia raksasa termasuk mammoth, harimau bergigi besar dan berang-berang raksasa ternyata bukanlah dampak komet.

Peneliti sebelumnya menyebutkan bahwa kepunahan masal terjadi di bumi akibat komet yang menabrak bumi. Tabrakan itu memicu penurunan suhu yang sangat drastis sekitar 13 ribu tahun lalu. Perubahan iklim mendadak yang dikenal dengan pembalikan suhu Younger-Dryas ini dianggap sebagai penyebab kepunahan sebagian besar mamalia, dan leluhur manusia.

Namun, ilmuwan di Washington University, Missouri, dan Royal Hollway, University of London, menemukan bahwa kristal karbon bukanlah keseluruhan gumpalan fakta dari unsur karbon yang dikenal dengan graphene di mana ini biasanya berbentuk sedimen.

Profesor Andrew Scott, salah satu penulis di departemen ilmu bumi Royal Holloway University mengatakan, “Hasil penelitian kami meragukan salah satu potongan terakhir yang dibahas secara luas menyangkut hipotesis dampak Younger-Dryas.”

Ilmuwan menyangkal teori kontroversial itu setelah menemukan sepotong bukti kunci yang digunakan untuk mendukung gagasan dampak komet mungkin tercipta oleh proses yang lebih biasa.

Teori ini berdasarkan air segar dari sebuah gletser di danau raksasa glasial Atlantik Utara di mana arus samudra telah membantu menjaga sebagian besar es planet. Hal itu menjadi penjelasan yang paling mungkin soal perubahan iklim yang memicu kepunahan.

Manusia juga menyebar ke Amerika Utara. Namun setelah perubahan iklim yang tiba-tiba memicu munculnya zaman es terakhir, banyak dari spesies ini telah punah dan jumlah manusia diperkirakan turun menjadi hanya beberapa ribu orang.

Tiga tahun lalu, ilmuwan di University of Oregon menemukan bukti dari materi eksotis, termasuk berlian nano di sedimen berusia 12.900 tahun yang dianggap sebagai dampak dari komet yang menabrak bumi.

Namun, profesor Scott dan Tyrone Daulton dari Washington University mengatakan bahwa berlian tersebut disalahartikan karena mereka tidak menemukan bukti soal tabrakan komet.

Dr Douglas Kennett yang memimpin tim dari University of Oregon mengatakan bahwa para ilmuwan dahulu telah mencari di tempat yang salah.

“Klaim sebelumnya yang berdasarkan berlian salah alamat, tidak benar dan salah arah,” ujar Kennett.(inilah.com)

Titik Matahari Paling Menakjubkan Tertangkap Kamera

http://static.inilah.com/data/berita/foto/785171.jpg
Ilmuwan di Big Bear Solar Observatory menggunakan alat optikal adaptif berhasil mengabadikan titik matahari (sunspot) paling jelas sepanjang sejarah.

Sebuah foto dihasilkan dengan New Solar Telescope (NST) milik Big Bear.

NST merupakan bagian dari teleskop sangat besar Advanced Technology Solar Telescope (ATST) yang akan disusun beberapa dekade ke depan.

Ilmuwan Big Bear berambisi membangun sistem optik adaptif atau lebih dikenal dengan nama multi-conjugate adaptive optics. Alat ini mampu memberikan pengamatan yang sangat jelas tanpa distorsi (gangguan) dari permukaan matahari dari bumi.

Oleh karena itu, NST akan mampu mengumpulkan gambar detail menakjubkan, fenomena matahari misalnya. Kemampuan tersebut membantu ilmuwan memahami kerumitan sistem matahari, serta dampaknya dengan perubahan cuaca di sistem tata surya.(inilah.com)

Murid SMP Temukan Goa Misterius di Mars

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/01/09/200834p.jpg
Sekelompok murid kelas VII—setara kelas I sekolah menengah pertama—menemukan goa misterius di Planet Mars. Saat itu, mereka tengah mengerjakan proyek riset guna mempelajari citra yang diambil pesawat ruang angkasa NASA yang mengorbit di planet merah itu. Temuan itu berupa penampakan yang diduga merupakan lubang pada atap goa.

Keenam belas anak tersebut merupakan murid kelas sains dari Dennis Mitchell, guru kelas VII di Evergreen Middle School di Cotton Wood, California. Para murid itu tengah berpartisipasi dalam kegiatan Mars Student Imaging Program di Mars Space Flight Facility di Arizona State University.

Murid-murid diminta membuat semacam proposal riset dan kemudian diperbolehkan menggunakan kamera yang tengah mengorbit di Mars untuk mengambil gambar guna menjawab pertanyaan riset mereka.

Lubang yang mirip dengan temuan baru itu pernah ditemukan sebelumnya di bagian lain Mars pada 2007 oleh Glen Cushing, seorang ahli geologi asal Amerika. Cushing berpandangan, citra yang ditangkap itu menyerupai "lubang atap", tempat sebagian dari atap goa atau lubang aliran lava runtuh.

Liang itu diduga diakibatkan oleh aktivitas vulkanik di planet merah. Pada suatu masa, aliran lava keluar dari permukaan batuan dan meninggalkan bekas berupa liang setelah erupsi usai.

Ujung lubang itu tertutup oleh material yang mendingin dan sebagian "pipa" bekas aliran lava itu bisa saja ada yang ambruk.

Sejauh ini, para ilmuwan belum dapat memastikan jenis material yang tersimpan di dalam goa itu. "Lubang ini baru bagi kami para ilmuwan," ujar Cushing kepada para murid. Dia memperkirakan ukuran lubang itu 190 meter x 160 meter dan kedalamannya 115 meter.

Memburu aliran lava

Riset para murid itu bertujuan memburu pipa lava yang merupakan fenomena vulkanik di Bumi dan Mars.

"Mereka mengembangkan sebuah proyek riset dengan fokus menemukan lokasi "pipa" lava yang paling lazim di Mars. Apakah fenomena itu paling sering terjadi di puncak, sisi, atau dataran sekitar gunung," ujar Mitchell, guru mereka.

Mereka lalu meneliti sebuah foto utama dan cadangan dari Pavonis Monsvolcano (gunung) di Mars. Gambar itu diambil oleh alat penangkap citra Thermal Emission Imaging System (THEMIS) dari Odyssey, milik NASA yang sedang mengorbit. Foto cadangan yang mereka teliti malah memberikan kejutan: sebuah citra bundar gelap. Citra itu merupakan lubang di Mars yang mengarah kepada adanya goa terkubur di planet itu.

Temuan itu akan diperjelas lagi menggunakan kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) pada Mars Reconnaissance Orbiter. Alat itu bisa menampilkan lebih banyak detail guna melihat ke dalam lubang itu.

Gerhana Bulan Meriahkan Malam Tahun Baru


Kemeriahan malam tahun baru akan bertambah dengan fenomena alam yang menakjubkan: gerhana Bulan. Fenomena alam ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia pada 1 Januari 2010 dinihari.

"Di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya," ujar peneliti utama astronomi dan astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, ketika dihubungi detikcom, Senin (28/12/2009).

Thomas menjelaskan, gerhana Bulan yang terjadi sekitar satu jam tersebut bisa dinikmati sepanjang di wilayah tersebut masih memasuki waktu malam.

"Mulai pukul 01.53 WIB hingga 02.53 WIB di seluruh wilayah yang waktu itu malam hari bisa mengamati," terang Thomas.

Menurut Thomas, gerhana Bulan tersebut tidak terlalu besar. Bulatan Bulan yang tertutup bayangan Bumi hanya sekitar 7 persen.(bos-sulap.blogspot.com/)

Bulan Yupiter Mungkin Punya Kehidupan

Di bawah lapisan es bulan Yupiter, Europa, dipercaya ada samudera luas yang mencapai ke dalaman 160 kilometer. Laut extraterrestrial ini menyedot oksigen seratus kali lebih banyak daripada model-model sebelumnya, menurut penelitian baru.

http://inilah.com/data/berita/foto/181875.jpg

Jumlah oksigen tersebut cukup banyak untuk mendukung lebih dari sekadar bentuk kehidupan mikroskopis. Sedikitnya sebanyak tiga ton makhluk menyerupai ikan secara teoritis dapat hidup dan bernapas di Europa, kata penulis studi Richard Greenberg dari University of Arizona di Tucson.

Tidak ada yang mengatakan bahwa ada kehidupan di sana sekarang, kata Greenberg, yang mempresentasikan karyanya bulan lalu pada pertemuan American Astronomical Society's Division for Planetary Sciences. "Tapi kita tahu ada kondisi-kondisi fisik untuk mendukungnya," tambahnya.

Bagian dasar laut Europa sangat mirip dengan lingkungan di sekitar hidrotermal laut bumi, kata ahli ekologi molekuler, Timotius Shank.

"Saya akan terkejut jika ada kehidupan di Europa," kata Shank.

Meskipun perkiraan baru dianggap menjanjikan, terlalu dini untuk berspekulasi tentang bagaimana evolusi kehidupan Europa. Melihat lebih dekat diperlukan untuk tahu persis bagaimana bahan kimia didistribusikan di Europa dan bagaimana kontibusi sejarah geologi bulan itu terhadap peluang kehidupan.

sumber:

http://inilah.com/

Foto Hujan Meteor Leonid 17 November 2009 Dari Beberapa Belahan Dunia

Andreas-Gada-IMG_0220_adj_1200_1258478188_med Gambar Hujan Meteor Leonid 17 November 2009

Chris-Peterson-2009leonids_1258477082 Gambar Hujan Meteor Leonid 17 November 2009

Victor-van-Wulfen-IMG_6043_2_1258368071_med Gambar Hujan Meteor Leonid 17 November 2009

Olivier-Staiger-2009leonid_1258435227_med Gambar Hujan Meteor Leonid 17 November 2009

malcolm-park-DSC_1514b_1258424027_med Gambar Hujan Meteor Leonid 17 November 2009

INI VIDEONYA



Keindahan Hujan Meteor Leonid [Youtube]


http://www.kangboed.com/wp-content/uploads/2009/11/sujud2-150x145.jpg

Subhanallaaaah.. Allahhuakbaaaaaarrrr.. Maha Besar ALLAH dengan segala Kuat dan KuasaNYA.. mari kita ikuti berita Keindahan Hujan Meteor Leonid [Youtube].. yayayaa.. Keindahan Hujan Meteor Leonid [Youtube].. sayangnya blog ini belum bisa pasang you tube.. jadi saya bagi linknya saja yaaa..

Hujan meteor Leonid yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang akhirnya terlihat jelas. 5 meteor sempat menampakkan diri menghiasi langit di Lembang, Bandung, Jawa Barat. “Sempat terlihat 5 meteor sejak pukul 12.30.” ujar karyawan Observatorium Boscha, Muhammad Irfan kepada detikcom, Rabu (17/11/2009).

Menurut Irfan, peristiwa yang indah itu hanya terlihat sesaat karena langit sedang mendung. Lima meteor itu terlihat ditengah bongkahan awan. “Kalau cerah terlihat lebih banyak,” imbuhnya. Irfan mengimbau agar masyarakat keluar rumah dan segera melihat langit di lingkungannya untuk melihat keindahan hujan meteor tersebut. “Bisa dilihat hingga matahari terbit nanti. Sekitar pukul 06.00 WIB pagi masih ada,” kata Irfan.

Pantauan detikcom mulai dari pukul 03.00 hingga pukul 04.30 WIB langit di Jakarta terlihat mendung. Langit Jakarta yang berwarna merah itu tidak menampakkan satupun meteor, selain rintik hujan yang turun. Sebelumnya, Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN Bandung Thomas Djamaluddin mengatakan, hujan meteor Leonid terjadi karena Bumi melalui sisa-sisa debu komet tumpele-tuttle. Hujan meteor Leonid ini akan terulang setiap setahun sekali.

sumber:
http://www.kangboed.com/

Hujan Meteor Leonid Pada 17 November 2009


http://4.bp.blogspot.com/_qB0Ak8jlC_E/SvoEBzkk0yI/AAAAAAAAAZw/ApbN5lrbUmI/s200/Leonid+2009.jpg

Sisi Bumi yang berwarna merah pada gambar disamping adalah wilayah yang dapat menyaksikan hujan meteor Leonid tahun 2009 yang diperkirakan puncaknya pada selasa, tanggal 17 November nanti. Bisa dilihat pada gambar, sebagian wilayah indonesia bagian barat akan mendapatkan kesempatan melihat hujan meteor Leonid. Bill Cooke dari NASA memperkirakan 20-30 meteor per jam di Amerika, dan sebanyak 200-300 per jam penjuru Asia. Dengan fase bulan baru maka tidak akan ada cahaya bulan yang akan mengalahkan cahaya meteor, sehingga hujan meteor kali ini akan terlihat sangat sempurna, ditambah lagi bila bila nanti cuaca cerah diatas langit Indonesia.

Leonid adalah pecahan-pecahan materi dari ekor Komet Tempel-Tuttle. Komet ini setiap 33 tahun sekali memasuki wilayah tata surya kita dan meninggalkan pecahan materi dari ekornya. Kebayakan dari pecahan-pecahan itu mendekati orbit bumi pada bulan November dan akan tampak hujan meteor pada wilayah sekitar rasi bintang Leo.

"Kami bisa memprediksi kapan bumi akan mendekati pecahan-pecahan itu dengan akurasi yang cukup bagus," kata Cooke.

Diperkirakan sebelum fajar di Indonesia dan Cina. Pada saat itu, Bumi akan melewati pecahan-pecahan ekor Komet Tempel-Tuttle sehingga dapat kita dapat melihat kira-kira sebanyak 300 meteor Leonids per jam.

sumber:
http://fianmuse.blogspot.com/

Penerbangan di Masa Depan Menurut NASA

NASA baru-baru ini mempresentasikan konsepnya mengenai pesawat terbang masa depan, lebih besar, lebih efisien, dan sedikit kelihatan aneh, tapi masih tidak seaneh dan bikin penasaran seperti konsep-konsep lain, termasuk di sini pesawat-pesawat bertenaga nuklir dan bandar udara di angkasa.
Konsep NASA ini didasarkan pada desain scramjet, dan mungkin akan menjadi kenyataan pada masa 20 tahun yang akan datang. Tapi tetap saja, beberapa dalam gambar-gambar itu sedikit kelihatan terlalu optimistis.




##12 I LOVE YOU aneh22.blogspot.com





(**)Gambar-gambar ini mungkin saja akan terwujud, yang menurut Max Kingsley-Jones dari Flight's Global dalam editorialnya, baru pada penerbangan di 100 tahun yang akan datang.
##12##13 ##14

Pengamat penerbangan pertama Stanley Spooner punya sedikit masalah saat memutuskan cerita apa yang akan menjadi headline dalam isu di 100 tahun yang lalu - "Penerbangan Kedua Orang Inggris" menjadi headline pertama kami. Tapi kembali lagi pada pionir-pionir di masa lalu, apa yang Spooner predikisi untuk cerita pesawat ruang angkasa paling hebat seabad kemudian ?

Bahkan pengamat-pengamat entusias luar angkasa dan para penerbang di tahun 1909 akan sulit percaya dengan perkembangan dunia penerbangan yang dilukiskan dalam 100 tahun pertama majalah tersebut: bahwa pesawat terbang akan terjun dalam peperangan dalam 5 tahun, bahwa para penumpang akan bepergian menyeberangi Atlantik pada kecepatan dua kali kecepatan suara dalm 70 tahun, atau bahwa dalam 80 tahun pesawat luar angkasa bersayap akan diterbangkan ke orbit dan kembali ke bumi seperti glider.












Mungkin saja ada benarnya. }"{:Kita mungkin akan melihat beberapa pesawat-pesawat ini dan bahkan konsep-konsep yang lebih luas lagi di langit dalam abad ini. Bagaimana dan seperti apa penerbangan dalam 100 tahun ke depan..":":

Serbuan UFO ke Washington ke DC 1952

Di dalam sejarah dunia UFO, hanya ada sedikit peristiwa yang benar-benar menarik perhatian dunia. Salah satu peristiwa ini adalah yang terjadi pada bulan Juli 1952 dimana formasi cahaya-cahaya aneh menyerbu langit malam di Washington DC, persis di atas kantor salah seorang pemimpin paling berkuasa di dunia. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan Washington National Airport sightings.



Presiden Harry S Truman sedang bersantai di ruangannya di gedung putih. Sudah 7 tahun ia menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Ia telah banyak menyaksikan peristiwa besar terjadi di masa kepemimpinannya termasuk berakhirnya perang dunia II, namun ia tidak menyadari bahwa sebuah peristiwa luar biasa akan terjadi tepat di depan matanya.

9 hari sebelumnya, 10 Juli 1952
Seorang kru pesawat National Airlines yang sedang terbang di Virginia melihat sebuah cahaya yang "terlalu terang bila dibandingkan dengan balon udara dan terlalu lambat bila dibandingkan dengan meteor". Di lokasi yang sama, beberapa hari kemudian, seorang kru pesawat lain yang terbang dekat Washington melihat sebuah cahaya yang mengambang di udara selama beberapa saat dan kemudian secara misterius naik ke langit.

Namun peristiwa penampakan luar biasa tersebut tidak dapat menandingi apa yang terjadi berikutnya, sekelompok objek terbang misterius menyerbu Washington DC dan terbang di atas gedung putih, Capitol Hill dan Pentagon.

Pukul 21:30, 19 Juli 1952
Seorang pejabat angkatan darat bernama Joseph Gigandet sedang duduk di serambi rumahnya di Alexandria, Virginia. Beberapa saat kemudian ia menyadari ada sesuatu yang tidak biasanya. Ketika menoleh ke langit yang gelap, ia melihat sebuah objek berbentuk cerutu berwarna merah terang melayang dengan lambat di atas rumahnya.

Gigandet memperkirakan objek tersebut berukuran seperti sebuah pesawat DC-7 dan berada pada ketinggian sekitar 10.000 kaki. Ia juga melihat sekelompok cahaya-cahaya aneh mengiringi objek raksasa tersebut.

Ketika cerutu raksasa itu terbang menjauh, warnanya berubah menjadi merah gelap dan Gigandet mellihat objek itu terbang menuju Washington.

Pukul 23.40, 19 Juli 1952
Edward Nugent, seorang pengawas lalu lintas udara di Washington National Airport sedang mengamati radar di hadapannya. Ia tidak mengerti apa yang sedang dilihat matanya, namun ada sesuatu yang lain dari biasanya. Di layar radar, ia bisa melihat ada tujuh objek asing yang terbang pada posisi 15 mil di barat daya Washington.

Nugent kemudian memeriksa catatan penerbangannya dan tidak menemukan adanya pesawat yang meminta ijin terbang di wilayah itu. Lagipula gerakan objek-objek tersebut tidak menunjukkan adanya pola seperti pesawat terbang pada umumnya. Luar biasanya, dua dari tujuh objek tersebut terbang dengan kecepatan yang menakjubkan, 700 mph.

Nugent tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan mengira ada kerusakan pada radar. Jadi ia memanggil atasannya, Harry Barnes, yang kemudian meminta dua staf lainnya untuk mengecek dan mereka tidak dapat menemukan kerusakan apapun. Jadi Barnes mengangkat telepon dan menghubungi pusat radar lainnya di Washington National Airport.

Di ujung telepon, Howard Cocklin menerima pemberitahuan itu dan memberitahu Barnes bahwa ia juga menangkap objek yang sama di radarnya.

Dan kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi.

Sebuah bola cahaya terang muncul di dekat menara Cocklin. Ketika menoleh ke jendela, Cocklin bisa melihat cahaya itu melayang seperti sedang mempermainkannya. Sesaat kemudian, objek itu menghilang dan suasana menjadi sunyi kembali.

Lalu, posisi objek di layar radar berubah !

Harry Barnes melihat tujuh objek di radar mulai bergerak ke arah Gedung putih. itu adalah wilayah larangan terbang !


Barnes bergegas menghubungi pangkalan udara Andrew yang berlokasi sekitar 10 mil dari Washington National Airport. Andrew Air Force Base yang menyadari gawatnya situasi segera menghubungi komando pertahanan angkatan udara.

Segera dua pesawat tempur F-94 diperintahkan untuk mengejar objek tersebut. Namun landasan udara di pangkalan itu sedang diperbaiki dan kedua pesawat tempur tersebut baru bisa terbang beberapa jam kemudian. Ketika mereka tiba di lokasi penampakan, objek-objek misterius tersebut telah menghilang.

Satu minggu kemudian, 26 Juli 1952
Seperti deja vu, sekelompok objek aneh kembali tertangkap radar Washington National Airports. Komando angkatan udara kembali memerintahkan dua F-94 mengejar objek tersebut.

Sesampai di lokasi, pilot tidak melihat objek apapun. Namun sesaat kemudian, kopilot Lt. William Patterson melihat empat objek bercahaya berwarna putih melayang di kejauhan. Dengan segera pilot John McHugo bermanuver dan terbang ke arah objek bercahaya itu.

Tiba-tiba, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Keempat objek tersebut berubah formasi dan mengepung jet tempur tersebut.

Patterson berteriak kepada operator di menara pengawas : "Cahaya itu mengepung kami, apa yang harus kami lakukan ?"

Patterson tidak mendapat jawaban yang diinginkannya. Hanya ada kesunyian di dalam kokpit. Belum hilang kebingungannya, empat objek tersebut terbang menjauh dan menghilang.

Hari Berikutnya, peristiwa ini telah menjadi headline di berbagai media utama di Amerika.


Sementara di gedung putih, Kapten Edward Ruppelt berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang situasi. Di tempat itu Presiden Truman dan beberapa jenderal angkatan bersenjata telah menunggu. Kapten Edward Ruppelt adalah kepala Project Blue Book yang memang bertugas menyelidiki fenomena objek-objek terbang misterius.

Dalam pertemuan darurat itu, Ruppelt menyatakan kemungkinan bahawa objek tersebut adalah gangguan temperatur yang menyebabkan cahaya dari bumi memantul di awan dan menyebabkan adanya efek bola cahaya di langit. Efek lain dari fenomena cuaca ini menurut Ruppelt adalah kemampuannya mengacaukan sinyal radar.

Pada tanggal 29 Juli 1952, pihak angkatan udara menyelenggarakan konferensi pers dan memberikan jawaban yang sama dengan Ruppelt. Sampai sekarang, pernyataan ini adalah jawaban resmi pihak pemerintah Amerika Serikat atas insiden ini.

Walaupun jawaban resmi telah diberikan, Angkatan darat dan CIA merasa bahwa pihak musuh mungkin sedang mengacaukan psikologi penduduk Amerika dengan memberikan laporan-laporan UFO palsu supaya menimbulkan kepanikan dan dengan demikian membuat Amerika menjadi lebih rentan terhadap serangan. Pada tahun itu, perang dunia II baru berakhir selama 7 tahun.

Pada tanggal 24 September 1952, CIA merekomendasikan dibentuknya sebuah panel yang kemudian dikenal dengan sebutan Panel Robertson yang bertujuan untuk menyelidiki laporan-laporan UFO yang dimiliki Project Blue Book. Panel itu terbentuk pada Januari 1953 dan segera memeriksa laporan-laporan UFO yang ada.

Menurut Panel tersebut, laporan-laporan UFO yang ada tidak mengancam keamanan nasional dan merekomendasikan angkatan udara Amerika untuk tidak menghabiskan waktu mengurusi UFO dan segera menanggalkan status istimewa UFO dari penyelidikan mereka.
Hari ini, Insiden Washington National Airport Sightings mendapat tempat sejajar dengan peristiwa The Battle of Los Angeles 1947 sebagai peristiwa UFO paling menghebohkan yang pernah terjadi.
19 Juli 1952
sumber:
http://xfile-enigma.blogspot.com/

Serbuan UFO ke Washington ke DC 1952

Di dalam sejarah dunia UFO, hanya ada sedikit peristiwa yang benar-benar menarik perhatian dunia. Salah satu peristiwa ini adalah yang terjadi pada bulan Juli 1952 dimana formasi cahaya-cahaya aneh menyerbu langit malam di Washington DC, persis di atas kantor salah seorang pemimpin paling berkuasa di dunia. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan Washington National Airport sightings.



Presiden Harry S Truman sedang bersantai di ruangannya di gedung putih. Sudah 7 tahun ia menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Ia telah banyak menyaksikan peristiwa besar terjadi di masa kepemimpinannya termasuk berakhirnya perang dunia II, namun ia tidak menyadari bahwa sebuah peristiwa luar biasa akan terjadi tepat di depan matanya.

9 hari sebelumnya, 10 Juli 1952
Seorang kru pesawat National Airlines yang sedang terbang di Virginia melihat sebuah cahaya yang "terlalu terang bila dibandingkan dengan balon udara dan terlalu lambat bila dibandingkan dengan meteor". Di lokasi yang sama, beberapa hari kemudian, seorang kru pesawat lain yang terbang dekat Washington melihat sebuah cahaya yang mengambang di udara selama beberapa saat dan kemudian secara misterius naik ke langit.

Namun peristiwa penampakan luar biasa tersebut tidak dapat menandingi apa yang terjadi berikutnya, sekelompok objek terbang misterius menyerbu Washington DC dan terbang di atas gedung putih, Capitol Hill dan Pentagon.

Pukul 21:30, 19 Juli 1952
Seorang pejabat angkatan darat bernama Joseph Gigandet sedang duduk di serambi rumahnya di Alexandria, Virginia. Beberapa saat kemudian ia menyadari ada sesuatu yang tidak biasanya. Ketika menoleh ke langit yang gelap, ia melihat sebuah objek berbentuk cerutu berwarna merah terang melayang dengan lambat di atas rumahnya.

Gigandet memperkirakan objek tersebut berukuran seperti sebuah pesawat DC-7 dan berada pada ketinggian sekitar 10.000 kaki. Ia juga melihat sekelompok cahaya-cahaya aneh mengiringi objek raksasa tersebut.

Ketika cerutu raksasa itu terbang menjauh, warnanya berubah menjadi merah gelap dan Gigandet mellihat objek itu terbang menuju Washington.

Pukul 23.40, 19 Juli 1952
Edward Nugent, seorang pengawas lalu lintas udara di Washington National Airport sedang mengamati radar di hadapannya. Ia tidak mengerti apa yang sedang dilihat matanya, namun ada sesuatu yang lain dari biasanya. Di layar radar, ia bisa melihat ada tujuh objek asing yang terbang pada posisi 15 mil di barat daya Washington.

Nugent kemudian memeriksa catatan penerbangannya dan tidak menemukan adanya pesawat yang meminta ijin terbang di wilayah itu. Lagipula gerakan objek-objek tersebut tidak menunjukkan adanya pola seperti pesawat terbang pada umumnya. Luar biasanya, dua dari tujuh objek tersebut terbang dengan kecepatan yang menakjubkan, 700 mph.

Nugent tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan mengira ada kerusakan pada radar. Jadi ia memanggil atasannya, Harry Barnes, yang kemudian meminta dua staf lainnya untuk mengecek dan mereka tidak dapat menemukan kerusakan apapun. Jadi Barnes mengangkat telepon dan menghubungi pusat radar lainnya di Washington National Airport.

Di ujung telepon, Howard Cocklin menerima pemberitahuan itu dan memberitahu Barnes bahwa ia juga menangkap objek yang sama di radarnya.

Dan kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi.

Sebuah bola cahaya terang muncul di dekat menara Cocklin. Ketika menoleh ke jendela, Cocklin bisa melihat cahaya itu melayang seperti sedang mempermainkannya. Sesaat kemudian, objek itu menghilang dan suasana menjadi sunyi kembali.

Lalu, posisi objek di layar radar berubah !

Harry Barnes melihat tujuh objek di radar mulai bergerak ke arah Gedung putih. itu adalah wilayah larangan terbang !


Barnes bergegas menghubungi pangkalan udara Andrew yang berlokasi sekitar 10 mil dari Washington National Airport. Andrew Air Force Base yang menyadari gawatnya situasi segera menghubungi komando pertahanan angkatan udara.

Segera dua pesawat tempur F-94 diperintahkan untuk mengejar objek tersebut. Namun landasan udara di pangkalan itu sedang diperbaiki dan kedua pesawat tempur tersebut baru bisa terbang beberapa jam kemudian. Ketika mereka tiba di lokasi penampakan, objek-objek misterius tersebut telah menghilang.

Satu minggu kemudian, 26 Juli 1952
Seperti deja vu, sekelompok objek aneh kembali tertangkap radar Washington National Airports. Komando angkatan udara kembali memerintahkan dua F-94 mengejar objek tersebut.

Sesampai di lokasi, pilot tidak melihat objek apapun. Namun sesaat kemudian, kopilot Lt. William Patterson melihat empat objek bercahaya berwarna putih melayang di kejauhan. Dengan segera pilot John McHugo bermanuver dan terbang ke arah objek bercahaya itu.

Tiba-tiba, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Keempat objek tersebut berubah formasi dan mengepung jet tempur tersebut.

Patterson berteriak kepada operator di menara pengawas : "Cahaya itu mengepung kami, apa yang harus kami lakukan ?"

Patterson tidak mendapat jawaban yang diinginkannya. Hanya ada kesunyian di dalam kokpit. Belum hilang kebingungannya, empat objek tersebut terbang menjauh dan menghilang.

Hari Berikutnya, peristiwa ini telah menjadi headline di berbagai media utama di Amerika.


Sementara di gedung putih, Kapten Edward Ruppelt berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang situasi. Di tempat itu Presiden Truman dan beberapa jenderal angkatan bersenjata telah menunggu. Kapten Edward Ruppelt adalah kepala Project Blue Book yang memang bertugas menyelidiki fenomena objek-objek terbang misterius.

Dalam pertemuan darurat itu, Ruppelt menyatakan kemungkinan bahawa objek tersebut adalah gangguan temperatur yang menyebabkan cahaya dari bumi memantul di awan dan menyebabkan adanya efek bola cahaya di langit. Efek lain dari fenomena cuaca ini menurut Ruppelt adalah kemampuannya mengacaukan sinyal radar.

Pada tanggal 29 Juli 1952, pihak angkatan udara menyelenggarakan konferensi pers dan memberikan jawaban yang sama dengan Ruppelt. Sampai sekarang, pernyataan ini adalah jawaban resmi pihak pemerintah Amerika Serikat atas insiden ini.

Walaupun jawaban resmi telah diberikan, Angkatan darat dan CIA merasa bahwa pihak musuh mungkin sedang mengacaukan psikologi penduduk Amerika dengan memberikan laporan-laporan UFO palsu supaya menimbulkan kepanikan dan dengan demikian membuat Amerika menjadi lebih rentan terhadap serangan. Pada tahun itu, perang dunia II baru berakhir selama 7 tahun.

Pada tanggal 24 September 1952, CIA merekomendasikan dibentuknya sebuah panel yang kemudian dikenal dengan sebutan Panel Robertson yang bertujuan untuk menyelidiki laporan-laporan UFO yang dimiliki Project Blue Book. Panel itu terbentuk pada Januari 1953 dan segera memeriksa laporan-laporan UFO yang ada.

Menurut Panel tersebut, laporan-laporan UFO yang ada tidak mengancam keamanan nasional dan merekomendasikan angkatan udara Amerika untuk tidak menghabiskan waktu mengurusi UFO dan segera menanggalkan status istimewa UFO dari penyelidikan mereka.
Hari ini, Insiden Washington National Airport Sightings mendapat tempat sejajar dengan peristiwa The Battle of Los Angeles 1947 sebagai peristiwa UFO paling menghebohkan yang pernah terjadi.
19 Juli 1952
sumber:
http://xfile-enigma.blogspot.com/

Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa


NASA - Perbandingan Bumi dengan Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus

NASA - Perbandingan Bumi dengan Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus


Di tengah cadangan minyak semakin menipis dan harga yang bergejolak, siapa menyangka kalau nun jauh di luar angkasa terdapat sumber minyak yang sangat melimpah dan lebih besar dari seluruh cadangan minyak di Bumi.


Baru-baru ini para peneliti menyiarkan bahwa Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus yang beratmosfer tebal, menyimpan kandungan gas alam dan cairan hidrokarbon lain ratusan kali lipat lebih banyak dari yang terkandung di Bumi.


Sejauh ini telah ditemukan beberapa ratus danau dan laut di daerah kutub utara Titan. Untuk mendapatkan gambaran potensi sumber daya alam disana, ilmuwan mengukur kedalaman perairan disana dengan menggunakan pembanding danau-danau di Bumi, dimana kedalaman danau seringkali kurang dari 10 meter.


“Dengan demikian kita tahu kedalaman beberapa danau lebih dari 10 meter, karena mereka tampak sangat gelap di radar. Kalau dangkal, kita akan dapat melihat dasarnya,” kata Ralph Lorenz dari laboratorium fisika terapan di John Hopkins University.


Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan pemantauan melalui wahana Cassini milik NASA, yang telah menuntaskan survei terhadap 20 persen permukaan Titan. Hasil pantauan tersebut juga memperlihatkan bahwa kandungan sumber daya alam di beberapa wilayah di bulan itu saja sudah lebih banyak dari semua kandungan sumber daya alam di bumi (minyak bumi, gas alam dan batu bara).


Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa Titan tidak dapat ditinggali manusia. Menurut mereka, permukaanya tidak mengandung air, melainkan hidrokarbon cair dalam bentuk methane dan ethane, sementara daratannya terbentuk dari tholins. Kondisi ini diduga serupa dengan Bumi pada waktu sebelum ada kehidupan.


“Kami memperkirakan kodisi serupa juga terdapat di daerah kutub selatan, namun kami belum tahu berapa jumlah kandungan cairan disana,” kata Ralph. Menurut dia, data ini penting karena umur hidup Titan tergantung dari berapa banyak jumlah methane yang terkandung dalam zat cair disana.


Lanjutnya, jika kandungan methane habis, maka suhu disana akan semakin dingin, yang saat ini diketahui minus 179 derajat Celcius. Asumsi sementara, kandungan methane tersebut semakin berkurang melalui letusan gunung api, yang diperkirakan telah menyebabkan fluktuasi suhu yang dramatis di masa lalu.


“Memahami kompleksitas yang terjadi di Titan dapat membantu kita memahami asal-usul kehidupan di alam semesta,” kata Ralph.(SPACE.COM/C3-08)

10 Keanehan Luar Angkasa


1. Tabrakan Antar Galaksi

Tabrakan Antar Galaksi

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasitabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.

Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist


2. Quasar

Quasar

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.

Credit: NASA-MSFC


3. Materi Gelap (Dark Matter)

Materi Gelap (Dark Matter)

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matterbenar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.

Credit: Andrey Kravtsov


4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.

Credit: Henze/NASA


5. Energi Vakum

Energi Vakum

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.

Credit: NASA-JSC-ES&IA


6. Mini Black Hole

Mini Black Hole

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.

Credit: NASA-MSFC


7. Neutrino

Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari
IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.

Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison


8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.

Credit: ESO


9. Radiasi Kosmik Latarbelakang

Radiasi Kosmik Latarbelakang

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).

Credit: NASA/WMAP Science Team


10. Antimateri

Antimateri

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.

Credit: Penn State U. /NASA-MSFC



sumber :
http://admin-kaka.blogspot.com/



Entri Populer