Ibnu Najib, Mahasiswa Indonesia Pidato di Parlemen Skotlandia
Itulah dua pesan yang disampaikan Ibnu Najib saat berpidato di depan Parlemen Skotlandia, Jum'at 27 Maret 2009. Ia adalah mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh Program S2 Manajemen Karbon di Universitas Edinburgh, Skotlandia.
Bagi pengalaman
Parlemen Skotlandia sedang mempersiapkan undang-undang tentang perubahan iklim. Namun, masyarakat Skotlandia banyak yang tidak perduli karena mereka merasa dampak pemanasan bumi tidak melanda negara mereka. Oleh karena itu, parlemen mengundang berbagai pihak, terutama dari negara berkembang untuk berbagi pengalaman tentang dampak perubahan iklim.
Karena Najib menempuh program S2 yang berhubungan dengan kebijakan tentang perubahan iklim, maka pihak parlemen mengundangnya bersama mahasiswa-mahasiswa internasional lain yang ada di Skotlandia.
"Kita bicara di sana mewakili negara-negara Selatan yang lebih merasakan dampak perubahan iklim seperti Nepal dan India yang terancam banjir. Tanzania yang terjangkit berbagai penyakit karena perubahan iklim. Dan juga Indonesia yang pulaunya terancam hilang karena naiknya permukaan air laut," jelas Najib.
Parlemen Indonesia
Najib yang di Indonesia bekerja sebagai pegawai negeri di Kantor Kementrian BUMN, sempat gemetaran saat akan berpidato. "Uniknya, ini adalah pertama kali saya berpidato di depan parlemen. Saya malah belum pernah berpidato di depan Parlemen Indonesia," kata Najib.
Pengalaman ini memicu Najib untuk menjalin hubungan dengan parlemen Indonesia, nantinya sesudah pulang ke Indonesia. "Kita sebenarnya bisa datang ke Senayan untuk menyampaikan hal-hal tertentu kepada parlemen kita. Tapi, informasinya memang tidak banyak diketahui masyarakat umum," ungkap Najib.
Kuliah Najib akan selesai bulan September 2009. Setelah pulang nanti ia berharap bisa menyumbangkan ilmu yang sudah didapatnya untuk mengatasi masalah lingkungan di Indonesia.
sumber:
http://www.ranesi.nl/