On The Spot

Tampilkan postingan dengan label Dunia Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Teknologi. Tampilkan semua postingan

Keren! Sepeda Motor Bertenaga Udara



Ada gebrakan baru dari Australia dilakukan Dean Benstead, mahasiswa dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) jurusan desain industri. Dia berhasil menciptakan sepeda motor yang bergerak menggunakan tenaga udara bertekanan tinggi (compressed air) yang dinami "02 Pursuit". Selain ramah lingkungan, sepeda motor ini menawarkan bahan bakar alternatif sebagai pengganti bensin.

Dari tampilan, motor ini terlihat ramping tanpa sebonggol mesin yang biasa "nangkring" di bawah sasis. Desainnya bergaya SuperMoto tapi lebih sederhana dengan satu jok dan suspensi tunggal di belakang. Pemakaian velg jari-jari dan ban bertapak lebar membuat tampilannya lebih gahar.

Cita-cita Benstead membuat "02 Pursuit" didorong pengalaman semasa kecil yang gemar mengendarai sepeda gunung. "Sepeda motor konsep ini diciptakan dari goresan sketsa ke grafis komputer. Baru kemudian dibentuk sasis dan bodi, diproduksi dengan bantuan pabrik lokal Rinlatech Engineering," jelas Benstead.

Bahan dasar Pursuit diambil dari sepeda motor 250 cc. Gear penggerak dicomot dari Yamaha WR240F yang terintegrasi pada mesin udara (Engineair) DiPietro sebagai jantung pacu. Dengan mesin unik ini, sepeda motor bisa dikebut sampai 100 kph dan kemampuannya, kata Benstead masih bisa ditingkatkan lagi seiring finalisasi penelitian yang masih terus digarap.

"Prototipe selanjutnya akan mengubah total gayanya, menggunakan material berbeda, salah satunya mengganti sasis tabung baja yang dipakai sekarang ini. Mungkin pakai bahan aluminium atau bahkan titanium supaya lebih ringan," jelas Benstead.

Sayang Benstead tak menginformasikan catatan lain seperti tenaga, torsi dan konsumsi udara per kilometer. Mungkin informasi ini bisa diperoleh saat "02 Persuit" mejeng perdana di Sydney Motorcycle & Scooter Show, 25 November 2011.

sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2011/11/03/1135307/Keren..Sepeda.Motor.Bertenaga.Udara.

Terungkap Kapan Kehidupan Pertama Muncul di Bumi

Headline


Kapan saat Bumi mulai dipenuhi oksigen dan menjadi tempat yang cocok untuk kehidupan muncul, sebelumnya menjadi misteri. Kini, para ilmuwan berhasil memecahkan misteri itu.

Ahli geomikrobiologi Kurt Konhauser mengatakn, peristiwa yang lebih dikenal sebagai Great Oxidation Event (GOE) ini terjadi sekitar 2,5 miliar tahun silam.

Ahli dari University of Alberta ini yakin, awal kehidupan yang bernapas oksigen ditandai dengan meningkatnya tingkat kromium pada batu kuno yang telah diketahui hingga saat ini.

Hasil studi yang diterbitkan di jurnal Nature ini diperoleh setelah Konhauser dan timnya menganalisa dua ribu sampel batu dari seluruh dunia. Batu tertua yang mereka teliti ditemukan di lautan dan mengandung banyak kromium dari batu daratan.

Lautan itu merupakan sumber oksigen tempat cyanobacteria muncul. Dari titik itu, atmosfer Bumi menjadi tempat yang cocok untuk organisme rumit bisa hidup.

Planet hunian manusia ini bergerak sangat lambat, diawali dari makhluk bersel satu hingga organisme dengan beberapa sel seperti dikutip DM.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1793026/terungkap-kapan-kehidupan-pertama-muncul-di-bumi

Pernah Lihat Video Gerak Mata dalam Gerak Lambat?

Headline


Pernah membayangkan seberapa menyeramkannya mata manusia? Untuk mengetahuinya, lihat video gerak lambat mata berikut ini.

Pengguna YouTube dengan nama akun SaintJimmey merekam mata dalam gerak lambat. Video ini direkam pada 240fps dan menunjukkan seperti apa gerak mata jika dilihat dalam gerak lambat.

Mata manusia bergerak secara konstan dengan cepat karena hanya sedikit porsi retina yang digunakan untuk visi langsung. Porsi yang disebut fovea ini membuat mata harus bergerak cepat untuk menjaga gambar tetap dalam frame.

Tak hanya itu, gerak cepat ini juga berguna mengkompensasi gerak kecil kepala. Sementara otot yang mengendalikan gerak ini bekerja secara sengaja, sebagaian besar gerak kecil terjadi secara tak disengaja saat merespon gerak di lingkungan kita.

Ilmuwan yakin, mata kita berevolusi untuk bergerak dan berotasi dengan cepat untuk memberi manusia bidang visi yang berguna seperti dikutip science.



sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1793032/pernah-lihat-video-gerak-mata-dalam-gerak-lambat

Kini, Intip Balik Tembok Tak Sesusah Memanjatnya

Headline


Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) berhasil membuat teknologi baru. Teknologi ini membuat Anda mampu melihat apa pun di balik tembok dengan mudah.

Ilmuwan ini berhasil menciptakan teknologi radar baru yang mampu melihat menembus tembok keras dan mengembalikannya dalam bentuk gambar langsung mengenai apa yang sedang terjadi di baliknya.

Sulit sekali membuat radar yang mampu menembus dinding untuk menunjukkan apa yang terjadi di baliknya. Namun para peneliti di Lincoln Lab MIT mengatakan, sistem ini mampu melihat menembus tembok di jarak tertentu dan memberi gambaran sesaat aktivitas di baliknya.

Teknik ini memiliki implikasi kuat untuk operasi militer, terutama ‘situasi tempur perkotaan,’ papar pemimpin proyek Gregory Charvat. Para peneliti menguji sistem antena tersusun mereka, 13 antena memancarkan transmisi dan delapan elemen penerima pada dinding beton setebal 8 inci.Tautan

Tujuan utama dan hambatan terbesar penelitian ini adalah, mencapai kecepatan, resolusi dan jangkauan yang diperlukan untuk agar berguna di kondisi sebenarnya, kata Charvat.

“Jika berada di situasi pertempuran berisiko tinggi, Anda tak ingin harus berdiri tepat di samping bangunan yang berpotensi berbahaya,” katanya.

Sistem ini bisa digunakan dari jarak 16 meter dari dinding dan gambar akan dikirim kembali dalam 10 frame per detik, ungkap Charvat seperti dikutip UPI.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1787747/kini-intip-balik-tembok-tak-sesusah-memanjatnya

Foto Tata Surya Menakjubkan dari Halaman Rumah

Headline


Foto menakjubkan ini menampilkan sulur api matahari hingga Yupiter dan dua bulannya. Melihat foto jepretan astronom amatir ini seolah membawa berkeliling tata surya.

Teknisi elektronik Damian Peach dari Selsey, West Sussex, Inggris, menghabiskan 10 tahun terakhir mendokumentasikan wajah tata surya. Ia menghabiskan GBP10 ribu (Rp140 juta) untuk teleskop kecepatan tinggi dan perlengkapan listriknya.

Foto jernih Peach bahkan bisa disejajarkan gambar hasil jepretan NASA dan European Southern Obervatory di Chile. Tak hanya itu, ia menjadi pria Inggris pertama yang mendapat anugerah bergengsi Astronomy of The Year Award atas foto komposit bulan Yupiternya.

“Menakjubkan sekali bisa melakukan ini dari halaman belakang rumahmu. Berkat kemajuan teknologi, hasil foto yang bagus bisa dibuat hanya menggunakan teleskop kecil dan webcam berharga murah,” ungkapnya seperti dilaporkan DM.

Pria ini mengaku tertarik pada astronomi sejak 10 tahun lalu dan ia pun mendedikasikan waktu senggangnya mengamati planet.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1787300/foto-tata-surya-menakjubkan-dari-halaman-rumah

Ilmuwan Ungkap Cara Murah Sediakan Air Minum Dunia

Headline


Ilmuwan Amerika Serikat (AS) berhasil membuat sebuah teknologi baru untuk memberi solusi air minum dunia. Menariknya, cara ini sangat mudah dan murah. Bagaimana?

Tim peneliti dari Purdue University mengatakan, sistem ini menangkap cahaya menggunakan pemantul parabola dan memfokuskannya pada pipa UV transparan di mana air mengalir secara terus menerus seperti ditulis UPI.

Melalui sistem ini, 800 juta orang di seluruh dunia yang kekurangan air minum yang aman bisa terbantu.

“Kami mengembangkan teknologi ini selama 20 tahun. Sistem UV ini berdasarkan sumber UV buatan. Apa yang kami kerjaan baru-baru ini adalah memanfaatkan radiasi ultraviolet dari matahari,” papar profesor teknik sipil Ernest R. Blatchey III.

Peneliti mengatakan, teknologi ini akan sangat membantu negara-negara berkembang.

“Air yang ada di negara itu masih memiliki kontaminan, termasuk bakteri patogen. Hasilnya, ribuan anak meninggal tiap harinya karena diare dan dehidrasi,” lanjutnya.

Selain itu, setengah kamar tidur rumah sakit di dunia dipakai merawat orang sakit akibat air yang mereka minum, lanjutnya lagi. Peneliti mengatakan, sistem seharga kurang dari US$100 (Rp900 ribu) ini mampu mematikan bakteri E.coli dan terbukti efektif membunuh patogen berbahaya.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1783081/ilmuwan-ungkap-cara-murah-sediakan-air-minum-dunia

Wow! Ada Busana dari 'Susu' di Jerman

Headline


Perkembangan fesyen memang tidak pernah lepas dari inovasi baru. Terbukti seorang desainer muda dari Hanover, Jerman, membuat baju yang bahannya berasal dari 'susu'. Seperti apa?


Adalah, Anke Domaske, desainer muda berusia 28 baru saja membangun pabrik QMilch mengolah protein susu berkonsentrasi tinggi yang dikenal sebagai kasein menjadi sebuah bahan pakaian.

"Rasanya seperti sutra dan tidak berbau. Anda bisa langsung mencuci seperti bahan kain yang lain," ujar Domaske.

Seperti dinukil dari Reuters, pabrik Qmilch membuat serat pakaian tanpa bahan kimia, sehingga layak disebut pabrik yang ramah lingkungan.

Selain ramah lingkungan, sambung Domaske, asam amino dari susu ternyata bersifat antibakteri, antipenuaan, dan dapat membantu sirkulasi darah serta suhu tubuh.

Bahan serat dari Domaske yang bermerek Mademoiselle Chi Chi ternyata menjadi favorit selebritas dunia seperti Mischa Barton dan Ashlee Simpson.

Saat ini diakui Domaske, bahan keluaran Qmilch memang belum mengandung susu seratus persen. Sebagian serat kain masih dicampur dengan bahan lain. Domaske berencana membuat bahan yang seluruhya berasal dari Kasein.

Kasein yang dihasilkan dari Qmilch berasal dari sari bubuk susu. Untuk menjadi serat, kasein lalu dipanaskan bersama bahan alami lainnya di sebuah mesin yang mirip mesin pencincang daging. Tak lama, serat keluar seperti untaian benang dan siap disatukan dalam mesin pemintal.

Untuk membuat sebuah gaun, menurut Domaske, dibutuhkan paling tidak enam liter susu dengan biaya sekitar 150-200 euro atau Rp1,8 juta - Rp2,4 juta. Dengan biaya sebesar itu tidak perlu khawatir protein susu dalam serat akan terdekomposisi. Karena mereka terikat dengan baik.

Fungsi antibakteri dalam serat susu ini ternyata menarik produsen mobil. Mereka berencana membuat bahan jok dari serat susu.

sumber : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1786142/wow-ada-busana-dari-susu-di-jerman

Jubah Tembus Pandang Ubah Tank Jadi Sapi



Para ilmuwan di BAE System, Swedia, tengah menggarap pengembangan jubah ajaib. Namun, bukan untuk menghilang seperti jubah Harry Potter, melainkan untuk kebutuhan kamuflase kendaraan-kendaraan militer.

Nantinya, perangkat ini akan dapat melindungi tank dari serangan roket pencari panas yang kerap memburunya. Proyek riset yang diberi nama Adaptiv ini akan diuji coba dalam dua tahun mendatang.

Jubah tembus pandang militer ini terdiri atas kepingan logam berbentuk heksagonal sebesar telapak tangan orang dewasa. Kepingan logam ini dapat dipanaskan atau didinginkan dengan cepat untuk menyamarkan bangunan, kapal, atau helikopter yang terbang rendah. Untuk menyelubungi sebuah tank kecil, diperlukan sekitar 1.000 kepingan logam tersebut.

Perangkat ini dilengkapi dengan pemindai untuk "membaca" lingkungan sekitar. Kemudian, pola-pola hasil pemindaian direproduksi pada panel logam berbentuk heksagonal yang berada di lambung tank (atau obyek lainnya). Selanjutnya, citra inframerah ditampilkan sehingga memungkinkan tank menyatu dengan lingkungan sekitarnya dan membuat musuh melihatnya sebagai sebuah mobil atau bahkan seekor sapi.

Menurut Peter Sjolund, pimpinan riset, teknologi ini bekerja layaknya layar televisi termal. Selain membawa koleksi gambar yang sudah tersimpan, perangkat itu juga bisa mengambil gambar yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya apabila diperlukan. Pengembangan lebih lanjut bahkan bisa makin canggih lagi.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/09/12/16135889/Jubah.Tembus.Pandang.Ubah.Tank.Jadi.Sapi

Partikel Ini Bergerak Lebih Cepat dari Cahaya



Para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.

Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik. Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.

Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah menguji neutrino yang ditembakkan dari CERN.

Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun.

Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika.


sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/09/29/01064915/Partikel.Ini.Bergerak.Lebih.Cepat.dari.Cahaya

Sepatu Bermata Dua bagi Tuna Netra



Penderita tuna netra mengalami kesulitan ketika hendak berjalan. Mereka harus tergantung pada tongkat. Nah, bagaimana agar mereka tak tergantung dengan alat bantu tersebut?

Muhammad Luqman dan Faishal Fuad Rahman dari SMA Negeri 2 Yogyakarta menciptakan "Sepatu Bermata Dua", sepatu yang dilengkapi dengan perangkat robotik untuk mengatasi masalah tersebut, menghapus ketergantungan penderita tuna netra pada tongkat.

Perangkat robotik yang digunakan adalah jenis line follower. Perangkat ini disematkan pada sepatu penderita tuna netra. Sebagai sumber daya, dipakai baterai ponsel. Sementara, pada bagian bawah sepatu terdapat sensor yang dapat mendeteksi warna.

"Pada dasarnya sepatu ini bekerja dengan mendeteksi warna," kata Luqman. Untuk mendukung kinerja perangkat ini, penyedia fasilitas gedung atau trotoar tinggal mendesain ubin dengan warna hitam dan putih, dengan warna hitam sebagai jalur bagi penderita tuna netra. Warna hitam bisa juga diganti dengan warna gelap lainnya.

"Dengan sepatu ini, penderita tuna netra tinggal berjalan tanpa perlu tongkat. Sewaktu-waktu pengguna keluar dari jalur, maka sepatu akan berbunyi, jadi penderita bisa kembali ke jalurnya," kata Luqman saat ditemui dalam pameran karya finalis National Young Invovation Award yang diadakan LIPI minggu lalu.

Menurut Luqman, perangkat robotik didesain bisa dipasang dan dilepas sehingga penderita tuna netra bisa berganti sepatu. Ke depan, Luqman dan Faishal berencana untuk merancang perangkat menjadi lebih ringkas sehingga tidak menyulitkan penderita tuna netra. "Akan bagus kalau ada vendor yang mau bekerja sama," cetus Luqman.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/10/10/18054160/Sepatu.Bermata.Dua.bagi.Tuna.Netra

Ilmuwan Berhasil Temukan Gen 'Dalang' Bunuh Diri

HeadlineTautan



Perilaku penyebab bunuh diri memiliki banyak penyebab rumit. Kini, ilmuwan berhasil menemukan gen yang menjadi dalam munculnya pemikiran untuk bunuh diri. Apa itu?

Ilmuwan saraf berhasil mengungkap bukti gen tertentu yang menyebabkan perilaku bunuh diri. Centre for Addiction and Mental Health (CAMH) di Kanada melakukan studi data 3.352 orang yang 1.202 di antaranya memiliki sejarah perilaku bunuh diri untuk memastikannya.

Di masa lalu, studi menunjukkan, gen brain-derived neurotrophic factor (BDNF) berimplikasi pada perilaku bunuh diri. Menurut International Journal of Neuropsychopharmacology, BDNF sendiri terkait sistem pengembangan susunan saraf.

Sekitar 90% orang yang meninggal karena bunuh diri setidaknya memiliki satu kelainan kesehatan mental. Menurut CAMH, partisipan studi termasuk mereka yang pengidap schizophrenia, depresi, kelainan bipolar atau kelainan mood.

Hasilnya, ilmuwan CAMH memastikan, orang-orang yang memiliki variasi methionine dalam gen-nya memiliki risiko lebih tinggi pada perilaku bunuh diri dibanding mereka yang memiliki variasi valine.

“Temuan kami mengarah pada pengujian dan pengembangan pengobatan orang yang memiliki gen ini untuk membantu mencegah bunuh diri. Di masa depan, pengujian genetik bisa membantu mengidentifikasi orang yang memiliki risiko tinggi bunuh diri,” papar Direktur Neuroscience Research Department CAMH, James Kennedy seperti ditulis Thaindian.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1783456/ilmuwan-berhasil-temukan-gen-dalang-bunuh-diri

Impian 'Hijau' BMW, Audi, Mercedes, VW & Vauxhall

Headline


Dulu mengendarai mobil ramah lingkungan bak mengendarai mobil kulkas berdesain dan kinerja buruk rupa. Kini banyak pabrikan yang mulai unjuk gigi mobil jenis ini.

Di ajang Frankfurt lalu, spektrum luas mobil ‘hijau’ berhasil menawan perhatian banyak orang. Raja ‘hijau’ diduduki BMW dengan dua model mobil barunya, yakni mobil listrik i3 dan mobil super hibrida i8. i3 mampu melaju dari kecepatan 0-100km/jam dalam 4,6 detik dan i8 mampu melaju dari 0-100km/jam dalam kurang dari 8 detik.

Desain paling sinting dikeluarkan VW dengan NILS. Mobil berpenumpang satu ini tampak seperti mobil bulan yang menurut VW merupakan ‘proposisi realistis’ untuk 2030 dan mampu melaju dari kecepatan 0-100km/jam dalam 11 detik.

Konsep perkotaan Audi sangat menawan. Pabrikan ini memperkenalkan A2 yang menjadi perpaduan A2 dan A1 yang dipastikan mobil ini memakai power train listrik. Mobil ini juga akan memiliki versi bahan bakar dan dieselnya.Tautan

Mercedes mengungkapkan, konsep terbarunya untuk evolusi sedan S-class yang menjanjikan 105mpg. F125 disebut-sebut sebagai mobil mewah masa depan Mercedes. Menariknya, mobil ini tak menghasilkan emisi dan memiliki kinerja yang jauh lebih baik.

Vauxhall unjuk gigi dengan RAKe buatannya yang bisa dijadikan pilihan masa depan. Mobil berteknologi Ampera ini akan dipasarkan tahun depan dan memiliki kecepatan maksimal 120km/jam seperti dikutip The Sun.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1777614/impian-hijau-bmw-audi-mercedes-vw-vauxhall

Space Elevator, Bangunan Tertinggi di Alam Semesta



Space Elevator atau dalam bahasa indonesia Lift luar angkasa adalah lift yang didesain untuk mengirim material dari permukaan bumi ke luar angkasa melibatkan perjalanan melalui struktur dan bukan dengan menggunakan roket.

Konsepnya seringkali mengacu pada struktur yang menjangkau orbit geostasioner sekitar 35.786 km dari permukaan bumi.

Konsep lift luar angkasa berawal dari ide seorang ilmuwan Rusia Konstantin Tsiolkovsky, yang pada tahun 1985 mengajukan struktur kompresi atau yang disebut Menara Tsiolkovsky.

Lift luar angkasa juga kadang-kadang disebut jembatan luar angkasa, tangga menuju luar angkasa, menara orbit, atau elevator orbit.

Namun, teknologi saat ini belum mampu menciptakan struktur yang kuat namun juga ringan untuk lift luar angkasa. Hal ini disebabkan total massa untuk konstruksi jika menggunakan bahan konvensional terlalu besar.

Konsep rencana terbaru dari pembuatan lift luar angkasa adalah penggunaan bahan berbasis karbon nanotube. Telah diketahui bahwa kekuatan bahan karbon nano-tube dalam skala mikroskopis sangatlah kuat jika dibandingkan dengan bahan lainnya yang telah ada sehingga secara teoritis dapat dipakai untuk pembuatan lift luar angkasa.

Belum diketahui kapan proyek ini akan terlaksana, sejauh ini proyek lift luar angkasa masih berupa konsep.



















































http://bukucatatan-part1.blogspot.com/2011/09/preoject-nasa-bangungan-tertinggi.html

Komputer Super Mampu Ramalkan Revolusi

Headline


Menurut hasil riset di Amerika Serikat, dengan mengumpulan data lengkap dan memasukkan ke dalam komputer super akan bisa menghasilkan analisa tentang kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa. Seperti dalam kasus revolusi Mesir dan penangkapan Bin Laden.

Sebuah hasil studi berdasarkan jutaan artikel berhasil memetakan memburuknya sentimen nasional menjelang revolusi yang terjadi di Libya dan Mesir lalu. Sementara analisa dilakukan secara retrospektif, para ilmuwan mengatakan, proses yang sama bisa digunakan mengantisipasi konflik yang akan datang.

Sistem ini juga yang pertama mengambil petunjuk awal lokasi Osama Bin Laden. Kalev Leetaru dari Institute for Computing in the Humanities, Arts, and Social Science University of Illinois pun memjabarkan temuannya dalam sebuah jurnal.

Informasi studi diambil dari berbagai sumber, termasuk Open Source Centre yang dikelola pemerintah AS dan BBC Monitoring, keduanya mengawasi output media lokal di seluruh dunia.

Outlet berita yang diterbitkan versi online juga dianalisa, termasuk arsip New York Times yang membawa kembali pada 1945. Secara total, Leetaru mengumpulkan lebih dari 100 juta artikel.

Laporan yang dianalisa terdiri dari dua jenis informasi utama, entah kabar baik atau buruk serta lokasi, tempat kejadian dan lokasi peserta lain dalam berita. Deteksi mood atau ‘sentimen penggalian otomatis’ mencari kata-kata seperti ‘buruk’, ‘mengerikan’ atau ‘bagus’.

Lokasi, atau ‘geocoding’ mencari kata berisi tempat tertentu, seperti ‘Kairo’ yang kemudian dikonversi menjadi koordinat yang bisa diplot pada peta. Analisa unsur cerita digunakan untuk membuat sebuah web yang saling berhubungan dengan 100 triliun hubungan.

Data dimasukkan ke dalam komputer super SGI Altix atau dikenal dengan Nautilus di University of Tennessee. Intel Nehalem core 1024 pada mesin ini memiliki total kekuatan pemrosesan 8,2 teraflop. Berdasar pertanyaan spesifik, Nautilus menghasilkan grafik di berbagai negara yang mengalami ‘Musim Semi Arab’.

Untuk Mesir, grafik liputan media pada bulan sebelum pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak telah jatuh ke tingkat terendah. Penurunan sebelumnya bertepatan pemboman udara AS 1991 ke pasukan Irak di Kuwait dan invasi AS ke Irak pada 2003. Leetaru mengatakan, sistem ini muncul guna menghasilkan intelijen yang lebih baik dibanding pemerintah AS.

“Fakta Presiden AS mendukung Mubarak sangat kuat menunjukkan bahkan tingkat tertinggi analisa menunjukkan Mubarak akan tinggal di sana. Hal ini mungkin dikarenakan Anda memiliki ahli dalam hal ini yang telah mempelajari Mesir selama 30 tahun, dan dalam 30 tahun tak ada yang terjadi pada Mubarak,” katanya pada BBC News.

Menurut Leetaru, grafik Mesir menunjukkan, sesuatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penurunan serupa juga terlihat menjelang revolusi di Libya dan konflik Balkan pada 1990an. Arab Saudi yang sejauh ini menolak pemberontakan rakyat telah mengalami fluktuasi namun bukan pada tingkat yang sama seperti beberapa negara lain di mana pemimpin akhirnya digulingkan.

Dalam laporannya, Leetaru menunjukkan, analisa laporan media global mengenai Osama bin Laden akan menghasilkan petunjuk penting lokasinya. Sementara banyak yang yakin pemimpin Al-Qaeda itu bersembunyi di Afghanistan, informasi geografis dari laporan media konsisten mengidentifikasi dirinya ada di Pakistan Utara.

Hanya satu laporan menyebutkan kota Abbottabad sebelum penemuan Bin Laden oleh pasukan AS pada April 2011. Bagaimanapun juga, analisa geo mempersempit lokasinya dalam 200km, ujar Leetaru.

Model analisa peristiwa komputer nampaknya memberi peringatan peristiwa besar berdasarkan sentimen yang memburuk. Namun, dalam kasus penelitian ini, analisa yang diterapkan hanya untuk hal-hal yang telah terjadi.

Menurut Leetaru, sistem seperti ini dengan mudah bisa diadaptasi untuk bekerja secara langung memberi unsur pandangan ke depan. “Itu tahap selanjutnya. Nampaknya, stok makin banyak dan arah tujuan bisa diketahui,” kata Leetaru yang sedang mengerjakan pengembangan teknologi ini.

Cara ini serupa algoritma peramalan ekonomi, lanjutnya. Leetaru mengatakan, ia berharap mampu meningkatkan resolusi analisis, terutama terkait lokasi geografis.

“Iterasi berikutnya akan menjadi dalam tingkat kota dan makin besar dan melihat pada kelompok-kelompok individu serta cara mereka berinteraksi. Saya menyamakannya dengan prakiraan cuaca. Tak pernah sempurna namun kita bisa menebaknya dengan lebih baik dibanding menebak acak,” tutupnya.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1776929/komputer-super-mampu-ramalkan-revolusi

Inilah Peta Menakjubkan Kabel Internet Bawah Laut

Headline


Dunia menjadi ‘tegang’ saat kabel bawah laut pembawa sinyal internet ke seluruh dunia terputus. Jika digambar, peta menakjubkan kabel bawah laut ini pun tercipta.

Dunia seolah menjadi tegang ketika sambungan internetnya terputus seperti pada saat kabel bawah laut penghubung Eropa dan Timur Tengah terputus tahun lalu atau saat jangkar kapal ‘menggores’ kabel bawah laut di samudera Hindia seperti dilaporkan Dailymail.

Kini, peta interaktif baru dari Telegeography akan membantu kapal untuk tidak ‘mengusik’ kabel canggih jaringan miliaran dolar yang menyokong 99% perjalanan trafik internet global. Peta ini dibuat menggunakan informasi dari Global Bandwidth Research Service.

Peta ini menunjukkan posisi kabel dan memberitahu Anda stasiun pendaratannya, siapa pemiliknya, seberapa panjang, dan kapan kabel ini siap beroperasi jika sedang tak beroperasi. Pada peta versi ini, pengguna cukup mengklik kabel untuk mengetahui infonya.

Tim Stronge dari Telegeography yang meciptakan peta ini mengatakan, ”Kabel bawah laut ini sangat mahal namun mampu menghantarkan kapasitas besar. Biaya pererawatan tahunan kabel ini menghabiskan US$10 juta (Rp93,1 miliar). Jika kabel rusak, pemilik kabel harus membayar biaya perbaikan dengan harga US$10 ribu (Rp93,1 juta) per hari.

Dampak kerusakan kabel ini sendiri bisa sangat menakutkan. Pada 2008, satu kabel antara Sicily dan Mesir mengalami kerusakan. Hal tersebut membuat 50% menjadi kota ‘gelap’ dan membuat industri komputer serta pasar saham negara itu mati selama berjam-jam.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1777069/inilah-peta-menakjubkan-kabel-internet-bawah-laut


Sepasang Robot Bisa Siapkan Sarapan

Tautan


Sepasang robot bekerja sama mempersiapkan sosis jerman untuk sarapan.

Uji coba ini bertujuan mengetahui kemampuan pengenalan dan mekanisme kontrol robot.

Robot bernama James yang dikembangkan para peneliti CoTeSys dan Technische Universitat Muenchen (TUM) pergi berbelanja di sebuah toko. Setelah selesai berbelanja, ia membawa bahan-bahan makanan ke robot lain bernama Rosie yang sedang merebus air, menunggu sosis matang sebelum diletakkan di dalam mangkuk. Sementara itu, James memotong roti dan menyediakan sarapan bagi para pembuat robot.

Baik Rosie maupun James menggunakan Kinect untuk bekerja menggunakan berbagai peralatan dapur. Menurut siaran berita yang diterbitkan Technical University Munich (TUM), robot-robot tersebut dapat belajar dari kesalahan. "Kemampuan mereka terus berkembang," demikian dijelaskan oleh TUM.







sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/06/16/18223023/Sepasang.Robot.Bisa.Siapkan.Sarapan

Anjing "Ajaib" Bisa Menyala dalam Gelap





Anjing bernama Tegon punya kemampuan bersinar dalam gelap. Tegon adalah anjing kloning yang dihasilkan ilmuwan Korea Selatan untuk penelitian penyakit manusia, seperti alzheimer dan parkinson.

"Tegon bisa bersinar di bawah sinar ultraviolet jika diberi antibiotik doxycycline," ungkap Lee Byeong-chun, ketua tim peneliti dari Seoul National University (SNU).

Tegon yang lahir pada 2009 memang bukan anjing hasil kloning pertama yang dihasilkan SNU. Pada 2005 ada Snuppy, yang lahir dari uji coba 2.000 sel telur yang kemudian tumbuh menjadi 1.000 embrio. Dari jumlah itu, hanya satu ekor Snuppy yang dihasilkan.

Proses yang sama kemudian diimplementasikan untuk membuat Tegon, seekor anjing betina jenis beagle (anjing pemburu kecil). Bedanya, Tegon adalah anjing hasil kloning pertama yang bisa bersinar dalam gelap dengan sinar berwarna hijau. Uniknya lagi, sinarnya bisa dihidupmatikan jika Tegon diberi antibiotik tertentu melalui makanannya.

Kemampuan menghidupkan dan mematikan gen warna ini penting artinya dalam penelitian. Ilmuwan bisa memonitor efek suatu zat yang ditambahkan pada gen tersebut. Sebagai contoh, gen beta-amyloid diketahui sebagai penyebab kerusakan fungsi saraf dalam penyakit alzheimer. Dengan menghidupkan gen tersebut lalu memonitor fungsi saraf setelahnya, dapat menghasilkan petunjuk tentang perkembangan alzheimer.

"Pembuatan Tegon membuka wawasan baru mengingat injeksi gen yang dapat membuat anjing ini bersinar bisa digantikan dengan gen-gen penyebab penyakit-penyakit fatal pada manusia," kata Byeong-chun. Penelitian ini sengaja menggunakan anjing sebagai hewan percobaan karena terdapat sekitar 268 penyakit yang sama-sama bisa diidap oleh manusia dan anjing.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal internasional Genesis. Ilmuwan menghabiskan waktu selama lima tahun dan biaya penelitian sebesar 3,2 miliar won untuk membuat anjing dan melakukan berbagai uji coba yang diperlukan untuk keperluan verifikasi.



sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/08/02/03471917/Anjing.Ajaib.Bisa.Menyala.dalam.Gelap

Siswa SMA Ciptakan Plastik dari Kentang







Pernahkah Anda berpikir bahwa kentang bisa dibuat menjadi plastik? Tentu banyak orang berpikiran, mustahil itu terjadi. Namun, bagi enam siswa SMAN 48 Jakarta, hal itu tidak mustahil. Melalui berbagai penelitian dan uji coba laboratorium, akhirnya mereka mampu menciptakan plastik dengan bahan dasar kentang.

Penemuan luar biasa ini telah mengantarkan tim SMAN 48 Jakarta menjadi juara pada Kompetisi Think Quest International 2011 yang diikuti sekitar 33.000 orang dalam 7.603 tim dari 52 negara. Penyerahan hadiahnya akan dilakukan di San Fransisco Bay Area, Amerika Serikat, Oktober 2011.

Penemuan plastik kentang ini berawal dari coba-coba dan sekadar mengaplikasikan teori yang mereka dapat di sekolah.

Bentuk, desain, dan ketebalan plastik yang mereka buat belum terukur secara jelas. Namun, temuan mereka telah membuka cakrawala baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Elastisitas plastik yang mereka buat dengan bahan dasar kentang ini sangat mirip dengan plastik pabrikan.

Selain berhasil membuat plastik dari kentang yang mereka sebut bioplastik, tim yang terdiri dari Villa Yohana (16), Muhammad Labib Nauvaldi (16), Ikhsan Habibi (15), Tuwendy (16), Faisal Arsya (16), dan Ben Hadi Pratama (15)—keenamnya kini duduk di kelas XI jurusan IPA—ini juga membuat kertas berbahan baku pelepah bambu.

Kertas yang dihasilkan dari pelepah bambu itu nyaris sama dengan kertas daur ulang yang sering kita lihat: berwarna coklat dan memiliki serat yang tebal.

Menurut Ben Hadi Pratama, anggota tim, ide awal membuat kertas dari bambu berasal dari Villa dan ide pembuatan plastik dari kentang ditawarkan oleh Labib.

"Awalnya, kami masih tanda tanya, apa benar bisa, soalnya hanya berdasar teori dan literatur. Lalu, kami praktikkan sekaligus melakukan penelitian atas prosesnya. Kalau berhasil kenapa, kalau tidak berhasil kenapa," kata Ben yang diiyakan kelima temannya. Dari situlah mereka menyempatkan diri tiap hari berkutat di laboratorium kimia sekolah mereka dan akhirnya berhasil.

Proses pembuatan plastik dari kentang dan pembuatan kertas dari pelepah bambu ini ternyata tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan di rumah. Kepada Warta Kota, tim ini sempat menunjukkan dan mempraktikkan cara pembuatannya di laboratorium kimia sekolah.

Proses pembuatan plastik kentang

Untuk membuat plastik dari kentang, beberapa kentang mentah dicuci bersih, lalu diparut hingga agak halus. Parutan kentang itu dicampur air secukupnya dan diulek agar lebih halus. Setelah itu, parutan kentang disaring untuk membuang airnya sehingga hanya tersisa endapan putih, yakni sari pati kentang.

Sari pati kentang ini lalu dicuci lagi dan kembali disaring. Tunggu hingga mengendap. Endapan berupa tepung pati kentang ini lalu dicampur HCL atau asam cuka atau cuka dapur, gliserin, dan air secukupnya. Lalu, campuran pati kentang, HCL, gliserin, dan air ini dipanaskan di atas api sedang selama 15 menit sambil terus diaduk. "Nanti hasilnya akan seperti gel berwarna putih," kata Ben.

Gel dari sari pati kentang ini lalu ditetesi NaOH (natrium hidroksida) atau soda api, setetes demi setetes, lalu dites dengan ditempelkan ke kertas lakmus warna pink. Jika kertas lakmus itu berubah warna menjadi merah, tetesan soda api harus ditambah. "Sampai kertas lakmusnya berwarna biru atau hijau," kata Ben.

Jika gel yang ditetesi NaOH saat dites di kertas lakmus warna pink berubah menjadi biru atau hijau, gel ini siap menjadi plastik. Gel lalu siap dibentuk atau dituang di cetakan dan dijemur selama beberapa jam atau paling lama sehari sampai mengering. Setelah mengering, gel itu berubah menjadi plastik bening.

Kertas dari bambu

Proses pembuatan kertas dari pelepah bambu juga cukup sederhana. Pelepah bambu atau kulit pembalut batang bambu dicuci dan dipotong kecil-kecil, lalu dicampur dengan NaOH (natrium hidroksida) atau soda api dan direbus di atas api sedang selama dua jam. Sambil direbus, potongan pelepah bambu itu diaduk dengan pengaduk kayu. "Kalau pakai pengaduk berbahan metal, akan timbul sifat korosif, soalnya kan ada NaOH-nya," kata Vilia.

Setelah dua jam direbus, potongan pelepah bambu kembali dibersihkan dan dicuci, lalu dicampur dengan lem kertas secukupnya sambil diblender hingga menjadi bubur kertas. Bubur kertas ini siap dicetak dengan screen dan dibiarkan mengering beberapa jam. "Setelah kering, tinggal diambil dari screen dan jadilah kertasnya," tutur Vilia.

Kertas buatan Vilia dan kawan-kawan ini nyaris sama dengan kertas hasil daur ulang. Kertas mereka berwarna coklat dan memiliki serat yang tebal. "Kami sedang cari cara untuk membuatnya berwarna putih. Mungkin dicampur dengan pemutih baju atau klorin," katanya. Selain membuat kertas dari pelepah bambu dan bioplastik dari kentang, mereka juga menawarkan pembuatan kertas dari alga merah atau ganggang laut. "Kami tahu dari literatur bahwa kandungan seratnya tepat buat dijadikan kertas," ujarnya.



sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/08/04/11464690/Siswa.SMA.Ciptakan.Plastik.dari.Kentang

Inilah Gambar-gambar Hotel Luar Angkasa CSS

Headline




Orbital Technologies rilis foto-foto hotel luar angkasa
Commercial Space Station (CSS).

Perusahaan pemerintah Rusia, Energia, bekerja sama dengan Orbital Technologies membangun proyek hotel di luar angkasa yang akan mulai dibuka tahun 2016. Orbital Technologies merilis foto-foto hotel luar angkasa bernama Commercial Space Station (CSS) itu.

Hotel istimewa ini menawarkan pengalaman berlibur dan menginap di hotel, yang tak terlupakan. Anda akan bisa melihat pemandangan bumi serta matahari terbit dan tenggelam bersama enam rekan dari jarak 217 mil dari bumi.

Pesawat ini hanya mengakomodasi 7 orang penumpang. Bagi mereka disediakan sarana kamar vertikal atau horizontal yang dapat dipilih sendiri.

Diberitakan The Huffington Post, di hotel ini akan ada juga kamar mandi shower dan penyiram toilet yang tidak menggunakan air, melainkan menggunakan udara. Makanan yang disediakan yaitu sapi rebus dengan jamur, dan minuman es teh dan jus buah.

Untuk perjalanan lima hari di CSS, Anda harus menyiapkan biaya hampir US$1 juta atau setara dengan Rp8,5 miliar, yang terdiri atas biaya perjalanan Rp6,8 miliar dan biaya menginap di hotel sebesar Rp1,3 miliar.

Ingin lihat interior dan eksteriornya lebih banyak? Intip di situs Orbital Technologies.

http://teknologi.inilah.com/read/detail/1767551/inilah-gambar-gambar-hotel-luar-angkasa-css

Nyala Lilin Ternyata Mengandung Berlian





Nyala api lilin ternyata mengandung limpahan berlian. Ini adalah temuan Wuzong Zhou, ilmuwan dari University St Andrews, Skotlandia, Inggris, yang dipublikasikan di Chemical Communication Journal bulan ini.

Penemuan ini bisa dikatakan tak direncanakan. Zhou hanya memenuhi tantangan koleganya yang mengatakan bahwa tak ada yang bisa mengetahui penyusun nyala lilin.

"Kolega universitas lain mengatakan, pasti tak ada yang tahu penyusun nyala lilin. Saya bilang, saya percaya sains dan bisa menjelaskan semua, jadi saya berusaha menemukan," kata Zhou.

Hasilnya mengejutkan. Ternyata ada 1,5 juta nanopartikel berlian dalam nyala lilin tiap detik. Ukuran partikel berlian sangat kecil. Susunan 300.000 partikelnya cuma akan menghasilkan bentuk seukuran kepala pin.

Untuk mengetahui adanya partikel berlian itu, Zhou mengembangkan penyaring yang bisa memisahkan partikel dari pusat nyala lilin bersuhu 1.400 derajat celsius, kemudian mengevaluasinya.

Selain berlian, nyala lilin ternyata juga mengandung empat jenis senyawa karbon yang berbeda, termasuk grafit, jenis senyawa karbon yang biasa dipakai sebagai bahan baku mata pensil.

Penemuan berlian di nyala lilin berpotensi menyediakan "lahan" tambang baru untuk mendapatkannya. Cincin atau kalung berlian bisa dibuat dengan cara membakar lilin nantinya. "Sayangnya, partikel berlian terbakar dalam proses, menghasilkan CO2," kata Zhou memupuskan harapan.

Walau demikian, ia mengatakan, penemuan ini akan mengubah cara manusia memandang nyala lilin. Ia mengatakan tak usah khawatir, mungkin nanti ada penelitian yang bisa memberi solusi.

Yang jelas, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (18/8/2011), Zhou kini akan meneliti api barbeque, apakah juga mengandung berlian.

Penemuan ini seperti mengingatkan kita pada kuliah kimia oleh Michael Faraday pada tahun 1860 di Inggris. Ia mengatakan, nyala lilin memiliki keindahan emas, perak, dan berlian. Kini diketahui, memang ada berlian dalam nyala itu.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/08/19/16200490/Nyala.Lilin.Ternyata.Mengandung.Berlian

Entri Populer