Masjid London Gelar Sholat Khusus Tuna Rungu!
LONDON (SuaraMedia) – Pada Jumat, 17 April lalu, untuk pertama kalinya sebuah Masjid di kawasan Timur London menggelar sholat berjamaah dengan manggunakan bahasa khusus, yaitu bahasa bagi Muslim yang menderita tuli (tuna rungu).Sebanyak sembilan orang staff Masjid telah diberi pelatihan untuk menggunakan bahasa isyarat dan terlihat bekerja secara professional selama sholat mingguan yang dihadiri sekitar 5.000 jamaah tersebut berlangsung.
Para staff dilatih bagaimana mengarahkan para Muslim tuna rungu, serta dengan bahasa isyarat, menyampaikan apa yang disampaikan Khotib (seseorang yang memberikan ceramah dalam sholat Jumat.red) dalam ceramahnya.
Asisten penyelenggara, Rofikul Islam, merupakan satu diantara yang mendapat pelatihan, mengatakan dia berharap dapat memberikan dukungan serta semangat kepada para Muslim tuna rungu, dan berencana menyelenggarakan sholat Jumat semacam itu lebih rutin.
“Mereka (Muslim tuna rungu) pasti sangat tertekan dan minder ketika harus menghadiri sholat Jumat namun mereka tidak mengerti apa yang Khotib utarakan dalam Khotbahnya. Kami mendatangi mereka ketika mereka memasuki Masjid, mengarahkan mereka dimana harus duduk dan menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pihak Masjid,” ungkap Islam dengan semangat.
Sukarelawan berusia 21 tahun ini menuturkan bahwa uji coba telah dilakukan terhadap 20 hingga 30 Muslim tuna rungu yang menghadiri sholat berjamaah tersebut.
“Mereka terlihat sangat antusias dengan apa yang kami tawarkan, dan kami yakin dapat meningkatkan usaha kami.”
Mohammed Shakir, petugas Masjid bagian komunikasi dan media mengatakan bahwa mereka juga bekerjasama dengan Alishara, sebuah organisasi Islam lokal yang mendukung Muslim tuna rungu dalam memberi pelatihan bahasa isyarat yang biasa digunakan tuna rungu untuk berkomunikasi.
Lebih dari 18 tahun Alishara telah memberikan pelatihan membaca Al-Qur’an dan kelas agama bagi Muslim tuna rungu.
Dalam sebuah website yang mendukung Muslim tuna rungu, Global Deaf Muslim, mereka menuturkan bahwa selama ini Muslim tuna rungu memang jarang mendapatkan perhatian yang cukup dari masyarakat serta instansi negara.
sumber:
http://tidakmenarik.wordpress.com/